Showing posts with label bakti. Show all posts
Showing posts with label bakti. Show all posts

Thursday, November 5, 2015

Menikah dulu atau membahagiakan orang tua dulu ?

Pernah ketemu orang yang bimbang dengan pilihan antara membahagiakan orang tua dulu atau menikah dulu? , sehingga tak sedikit juga yang akhirnya menunda pernikahannya dengan dalih ingin membahagiakan orang tua terlebih dahulu, atau mungkin itu anda sendiri yang merasakannya? hehe.
Bagi anda yang jadi anak pertama, ditambah dengan memiliki banyak adik sementara orang tua sendiri memiliki penghasilan yang tidak mencukupi tentu ini menjadi masalah yang serius karena orang tua dan adik-adik menjadi. Dan yang lain adalah ketika seseorang yang punya impian seperti mau mengajak orang tua umroh dulu sebelum menikah, membelikan orang tua barang mahal dulu sebelum menikah serta alasan-alasan lainnya.

Sebelum menjawab pertanyaan “menikah dulu atau membahagiakan orang tua dulu”, ada satu hal yang harus kita perhatikan dan ingat yaitu tentang membahagiakan orang tua. Ada paradigma yang mesti diluruskan tentang hal ini apalagi ketika membuat pilihan menikah dulu atau membahagiakan orang tua?, seolah-seolah setelah menikah kita tidak bisa lagi membahagiakan orang tua, seolah-olah pernikahan menjadi “pemisah” antara anak dan orang tua. Padahal berbakti kepada orang tua adalah kewajiban anak hingga akhir hayat, tidak ada alasan untuk tidak berbakti kepada orang tua walaupun sudah menikah.

Bagi laki-laki kewajiban berbakti kepada orang tua tetap diutamakan setelah menikah apalagi kepada ibunya. Karena salah satu tanggung jawab laki-laki adalah bertanggung jawab atas ibunya. Apalagi jika orang tua sudah renta dan tidak lagi bisa bekerja maka jadi kewajibannya untuk menjaga dan merawat orang tua. Sementara bagi wanita setelah menikah kewajiban utamanya yang awalnya harus patuh dan taat kepada orang tua berpindah kepada suami, jadi bagi wanita ketaatan kepada suami jauh lebih utama dibanding dengan ketaatan kepada orang tua. Nah, agar tetap bisa berbakti kepada orang tua setelah menikah, maka carilah suami yang shaleh dan taat serta memahami keutamaan dan kewajiban berbakti kepada orang tua.

Sementara bagi anda yang memiliki tanggungan seperti membantu orang tua, membiayai adik atau keluarga, tidak ada masalah tetap melanjutkan menikah, jadi sembari menikah tetap membantu orang tua tentu dengan catatan harus dibicarakan dengan pasangan dan andapun memiliki kemampuan. Namun jika belum mampu untuk menjalankan keduanya, maka menunda pernikahan untuk sementara demi prioritas membantu adik-adik dan orang tua bisa menjadi pilihan terbaik.
Sumber: Elmina

Thursday, October 8, 2015

Wahai Anak Lelaki, Lakukanlah Ini Ketika Orang Tua mu Meninggal

Inilah beberapa hal, khususnya buat anak laki-laki, ketika orang tuanya meninggal ...
Apabila Ibu Ayah kita meninggal, turunlah dalam liang kubur dan sambutlah mayat beliau, buka papan penutup keranda (tempat usungan mayat), angkat mayat Ibu Ayah kita.

Biarkan kita yang memutarkan mayat Ibu Ayah kita menghadap ke kiblat. Kita yang melakukan!!! Bukan hanya menyaksikan saja orang lain yang melakukan.

Allahu Robbi... " Ibu.. Terakhir kali ini aku melihat Ibu". Biarkan kita yang merelai ikatan di kepala dan di tubuh beliau.. Pegang perlahan-lahan badan Ibu kita, arahkan beliau dengan baik-baik, ambil gumpalan tanah dan letakanlah di belakang tengkok Ibu kita.

"Ibu, terakhir kali inilah aku melihat engkau". Terlintas dalam hati kita sambil memegang Ibu kita... Ingat sejak kita bayi, tangan Ibu kita ini yang mensuapi makanan ke mulut kita.

Ingat hari pertama
kita bisa berjalan, muntah, berak, beliau lah orang yang tidak pernah sedikit pun untuk menolak. Sebagaimana pun jahatnya anak terhadap beliau, kita tetap anak beliau dan selalu terima sebagai anak beliau.

Naiklah ke atas dan duduklah di tepi makam beliau serta dengarkanlah "Talqin" yang di sampaikan teruntuk Ibu kita. Hari terakhir ini lihatlah, tidak ada benda apapun yang bisa kita berikan untuk bekal beliau kecuali hanya Doa:

"Ya Allah.. Aku angkat tanganku Ya Allah.. Aku ridho Kau ambil Ibu ku Ya Allah..
Dia yang melahirkan aku.. Ya Allah hari ini aku tinggal dia Ya Allah, aku serahkan dia atas urusan Mu belaka Ya Allah. Aku tadahkan tanganku Ya Allah.. Aku memohon dengan sangat-sangat Kau ampunkan dosa-dosa Ibu ku, tolong Ya Allah.. Kasihani Ibu ku Ya Allah.. Aku adalah hasil didikan dari dia. Ya Allah sayangi dia Ya Allah.

Maka akan beruntunglah Ibu kita, apakah Allah akan menolak doa itu? Allah tak akan menolak doa ikhlas yang datang dari seorang anak.

Pesan ini bagi sahabat-sahabat yang selagi punya Ibu Ayah masih hidup. Dan Bagi sahabat-sahabat yang Ibu Ayah telah tiada...
Semoga bermanfaat....