Monday, September 21, 2015

Berbanggalah Menjadi Ibu Rumah Tangga

Alhamdulillāh, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan karunia dan hidayah kepada hamba-hamba-Nya. Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam beserta keluarga, shahabat, dan umatnya yang senantiasa istiqamah di jalan Allah.
Seorang wanita akan merasa sempurna jika telah menjadi istri. Seorang istri akan merasa sempurna jika ia telah menjadi seorang ibu dan seorang ibu akan merasa lebih bahagia jika ia dapat melayani suaminya, merawat, mendidik serta melihat tumbuh kembang anaknya sendiri. Semua itu bisa dilakukan jika wanita itu menjadi ibu rumah tangga.
Jika seorang wanita ditanya perihal apa pekerjaannya kemudian ia menjawab ibu rumah tangga, mungkin ada rasa minder karena sudah lulus S1 tetapi tidak bekerja di perusahaan untuk mengaplikasikan ilmunya. Bahkan orang lain beranggapan, percuma saja lulus kuliah kalau akhirnya hanya jadi ibu rumah tangga. Padahal, menjadi ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang mulia karena ia membangun dan memperkuat pondasi masyarakat yaitu sebuah keluarga.

Wanita Lebih Banyak di Rumah adalah Lebih Baik

Menetap dan tinggalnya wanita di rumah merupakan perkara yang disyariatkan oleh Allah SWT dengan mencontoh isteri-isteri Nabi. Allah SWT berfirman:
Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik. Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ta’atilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS. Al-Ahzab: 32-33).
Syaikh Abdurrahman bin Nashir AsSa’di menjelaskan bahwa makna dari ayat tersebut adalah menetaplah kalian di rumah kalian sebab hal itu lebih selamat dan lebih memelihara diri kalian. Tinggalnya wanita di rumah berarti dia melaksanakan urusan rumah tangganya, memenuhi hak-hak suami, mendidik anak-anaknya, dan menambah amal kebaikan. Sedangkan wanita yang sering keluar rumah, akan membuatnya lalai dari kewajiban.
Wanita yang sering keluar rumah, dapat menimbulkan fitnah. Rasulullah SAW bersabda,
Takutlah kalian dengan fitnah dunia dan fitnah wanita. Sesungguhnya fitnah terhadap bani Israil terjadi dari wanita,” (HR. Muslim).
Dalam sabdanya yang lain,
Tidak aku tinggalkan fitnah yang paling berbahaya sepeninggalanku bagi laki-laki melebihi fitnah wanita,” (HR. Bukhari).
Hendaknya sebagai wanita kita harus senantiasa menjaga diri agar tidak menimbulkan fitnah, Karena jika seorang wanita keluar rumah maka setan akan menghiasinya dan membuat orang lain indah memandangnya.Kendati demikian, wanita boleh keluar rumah jika ada kebutuhan. Rasulullah bersabda,
Telah diizinkan bagi kalian kaum wanita keluar rumah untuk keperluan dan kebutuhan kalian,” (HR. Al-Bukhari).
Banyak di rumah bukan berarti wanita akan menjadi “katak dalam tempurung”. Di dalam rumah dia bisa melakukan aktivitas bermanfaat untuk kehidupan dunia-akhiratnya.

Tanggung Jawab Wanita dalam Rumah Tangga

Tanggung jawab seorang istri dalam rumah tangga yang utama ada dua yaitu sebagai pendamping suami dan pemelihara anak-anak.
Pertama, sebagai pendamping suami yaitu mendampinginya dalam setiap situasi dan kondisi serta menyenangkan hati suami, termasuk menyiapkan segala kebutuhannya. Ia pun wajib melayani suami kapan saja suaminya menginginkannya, menyiapkan makan, mencuci baju, membersihkan rumah, dan sebagainya. Jangan pernah menganggap remeh pekerjaan tersebut, karena dengan niat yang ikhlas setiap pekerjaan tersebut akan berbuah pahala.
Kedua, sebagai pemelihara anak-anak. Anak adalah titipin Allah SWT yang kelak orangtuanya akan diminta pertanggung jawabannya. Ibu berkewajiban memberikan perawatan dan pendidikan yang baik bagi anaknya. Di dalam Ash-Shahihain dari Abdullah bin Umar Rasulullah SAW bersabda,
Kalian semua adalah pemimpin dan kalian semua akan diminta pertanggungjawaban, seorang imam adalah pemimpin dan ia nanti akan diminta pertanggungjawaban, seorang laki-laki adalah pemimpin atas keluarganya dan ia nanti akan diminta pertanggung jawabannya, seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan ia nanti akan diminta pertanggungjawabannya.”
Dari keterangan di atas nampak jelas bahwa setiap insan yang ada hubungan keluarga dan kerabat hendaknya saling bekerja sama, saling menasihati, dan turut mendidik keluarga. Yang paling utama adalah orang tua kepada anak, karena anak sangat membutuhkan bimbingan kedua orang tuanya. Orang tua hendaknya memelihara fitrah anak agar tidak terkena noda syirik dan dosa-dosa lainnya. Ini adalah tanggung jawab yang besar dan kita akan diminta pertanggungjawaban atasnya.

Mendidik Anak di Rumah juga Berkarir

Mungkin dewasa ini banyak yang meremehkan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga karena pekerjaan tersebut tidak bisa menghasilkan uang. Padahal waktu dia sekolah dulu orang tuanya telah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Menjadi ibu rumah tangga memang tidak menghasilkan uang, tetapi dengan ilmu dan kesabaran seorang ibu rumah tangga yang baik sesungguhnya adalah sebuah karir. Ia akan menghasilkan anak-anak yang shalih/shalihah serta keluarga yang sakinah yang akan membantu meraih kebahagiaan hakiki di akhirat nanti.
Mendidik anak itu bukanlah perkara yang mudah, tetapi membutuhkan ilmu dan cara yang baik. Maka dari itu, dalam mendidik anak sangat membutuhkan kesabaran dan kecerdikan. Ibu membutuhkan kesabaran yang luar biasa untuk mencetak generasi rabbani. Ibulah yang biasanya dan seharusnya menjadi orang pertama yang menjadi teladan bagi anaknya. Ibu adalah sosok pertama yang dilihat, didengar ucapannya, dan disentuh oleh anaknya. Pada umumnya, awal-awal perkembangan seorang anak berada di samping ibunya. Pendidikan yang sangat berpengaruh pada kehidupan seorang anak adalah pendidikan yang diterapkan orang tuanya sejak dini. Apapun yang dilakukan ibu akan sangat mempengaruhi pembentukan karakter anak. Di samping itu, kerjasama antara seorang ayah dan ibu haruslah ada dalam mendidik anak karena sosok seorang ayah juga berpengaruh pada pendidikan anak.
Beberapa hal yang perlu dilakukan orang tua dalam mendidik anak antara lain: menanamkan ajaran tauhid sejak kecil, mengajari anak agar pandai bersyukur, mendidik agar berbakti kepada orang tuanya, mengajarkankan apa saja yang diperintahkan dan dilarang oleh Allah, menanamkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW, keluarga Rasulullah, Al-Qur`an, dan As-Sunnah, mendidik anak dengan akhlak terpuji, dan lain sebagainya. Jika kedua orang tua menginginkan kemuliaan anak-anaknya, hendaknya keduanya bersungguh-sungguh dalam mendidik anak-anaknya dengan pendidikan islami dan mengajarkan Al-Qur`an dan As-Sunnah.
Anak adalah aset yang menguntungkan bagi orangtuanya di akhirat jika di dunia dia menjadi anak yang shalih/shalihah. Termasuk sebab diangkatnya derajat kedua orang tua adalah anak shalih yang mendoakan keduanya. Rasulullah SAW bersabda,
Jika anak adam mati, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakannya,” (HR Muslim).
Jika seorang anak telah dididik dengan baik, berperilaku mulia, maka ia akan bermanfaat bagi agama dan umat.

Bantahan terhadap Pendapat Kaum Feminis dan Penyetara Gender

Islam adalah agama yang adil. Allah SWT menciptakan bentuk fisik dan tabiat wanita berbeda dengan pria sehingga mereka memiliki peran berbeda dan tidak dapat disejajarkan. Allah SWT berfirman,
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka),” (QS. An-Nisā’: 34).
Pada asalnya, kewajiban mencari nafkah bagi keluarga merupakan tanggung jawab kaum lelaki. Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullāh berkata, “Islam menetapkan masing-masing dari suami dan istri memiliki kewajiban yang khusus agar keduanya menjalankan perannya masing-masing  sehingga sempurnalah bangunan masyarakat di dalam dan di luar rumah. Suami berkewajiban mencari nafkah dan penghasilan sedangkan istri berkewajiban mendidik anak-anaknya, memberikan kasih sayang, menyusui, dan mengasuh mereka, serta tugas-tugas lain yang sesuai baginya seperti mengajar anak-anak perempuan, mengurusi sekolah mereka, dan mengobati mereka serta pekerjaan lain yang khusus bagi kaum wanita. Bila wanita sampai meninggalkan kewajiban dalam rumahnya, berarti ia telah menyia-nyiakan rumah serta para penghuninya. Hal tersebut dapat menyebabkan kerusakan dalam keluarga baik secara hakiki maupun maknawi.”
Para wanita muslimah hendaknya tidak terpengaruh dengan orang-orang yang meneriakkan isu kesetaraan gender sehingga timbul rasa minder terhadap wanita-wanita karir dan merasa rendah diri dengan menganggur di rumah. Padahal banyak pekerjaan mulia yang bisa dilakukan di rumah.  Di rumah ada suami yang harus dilayani dan ditaati, juga  anak-anak yang harus dididik dengan baik, ada harta suami yang harus diatur dan dijaga sebaik-baiknya, dan ada juga pekerjaan-pekerjaan rumah tangga yang harus diselesaikan. Semua ini pekerjaan yang mulia dan berpahala di sisi Allah SWT. Kaum wanita di negara Barat banyak yang berkarir dalam segala bidang sehingga melalaikan kewajiban mereka untuk mengurus dan mendidik anaknya sebagai generasi penerus. Selanjutnya rusaklah tatanan kehidupan masyarakat mereka. Tidak berhenti di sini, mereka juga ingin kaum wanita di negara kita rusak, sebagaimana kaum wanita mereka rusak lahir batinnya. Di antara langkah awal menuju itu adalah dengan mengajak kaum wanita kita dengan berbagai cara agar mau keluar dari rumah mereka.
Berikut ini ada salah satu pendapat orang Barat tentang rusaknya tatanan masyarakat mereka. Samuel Smills berkata, “Sungguh aturan yang menyuruh wanita untuk berkarir di tempat-tempat kerja, meski banyak menghasilkan kekayaan untuk negara, tapi akhirnya justru menghancurkan kehidupan rumah tangga, karena hal itu merusak tatanan rumah tangga, merobohkan sendi-sendi keluarga, dan merangsek hubungan sosial kemasyarakatan, karena hal itu jelas akan menjauhkan istri dari suaminya, dan menjauhkan anak-anaknya dari kerabatnya, hingga pada keadaan tertentu tidak ada hasilnya kecuali merendahkan moral wanita, karena tugas hakiki wanita adalah mengurus tugas rumah tangganya…”.
Para wanita muslimah hendaknya selalu ingat bahwa kelak  pada hari kiamat mereka akan ditanya tentang amanah tersebut yang dibebankan kepadanya. Namun demikian, jika dalam kondisi tertentu menuntut wanita untuk mencari nafkah, diperbolehkan baginya keluar rumah untuk bekerja, namun harus memperhatikan adab-adab keluar rumah sehingga tetap terjaga kemuliaan serta kesucian harga dirinya.

Kegiatan Positif Ibu Rumah Tangga

Di dalam rumah banyak kegiatan yang positif dan bermanfaat yang dapat dilakukan wanita, seperti berdzikir, membaca Al-Qur`an, shalat, membaca buku, menulis, membuat kerajinan, bisnis di dalam rumah, dan sebagainya.Wanita yang lebih banyak tinggal di dalam rumah bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah.
Seorang wanita, ia mempunyai hati yang dapat dipercayai. Tidak satu haripun direncanakannya kecurangan terhadap suami dan anak-anaknya.Tangannya berhiaskan kekuatan. Tak ada satu hari juga pun rumah tangganya ditimpa kekurangan karena bijaksana ia. Penghasilan yang diterimanya diaturnya begitu rupa untuk kebutuhan rumah tangga, untuk berinvestasi, di tempat itu ia menanam dan dari tempat itu pula ia menuai hasilnya. Ia tersenyum akan hari esok. Harta rumah tangganya bertambah, namun hatinya tak melekat padanya. Ia mengulurkan tangan kepada yang membutuhkan dan memberikan hatinya disaat ia menolong. Ia tahu, bahwa ia bertanggung jawab untuk menyalurkan apa yang dipercayakan oleh Sang Pemilik Hidupnya. Para wanita muslimah, tetaplah bangga menjadi ibu rumah tangga. Bangunlah surga melalui rumahmu.

Hati-Hati Para Wanita, Jangan Lakukan Ini Ketika Haid!

Bagi sebagian wanita masih banyak yang belum mengetahui apa saja yang perlu diperhatikan saat sedang haid, oleh karenanya kaum Hawa harus banyak belajar, belum lagi jika itu berkenaan dengan kesucian dalam Islam , karena ketika haid itu tidak boleh beribadah dan harus melunasi hutang-hutang sholatnya.
Terus lagi ada hal-hal yang seharusnya tidak boleh dilakukan oleh para wanita saat sedang haid, dan itu bisa saja menyebabkan kanker, berikut ini penjelasannya
Silahkan disebarkan kepada sesama wanita, jika pria yang mengetahui tolong sampaikan pada para kaum Hawa agar tidak berhendti kabar :
ASAL USUL KANKER RAHIM !!!
  1. Jangan minum air es,air soda,dan kelapa saat haid.
  2. Jangan keramas karena pori kepala sedang terbuka pada saat haid karena bisa menyebabkan sakit kepala (kena angin kepala), sangat berbahaya efek ini bisa di rasakan saat muda dan saat tua nanti.
  3. Jangan makan mentimun saat sedang haid karena getah yang ada pada mentimun bisa menyebabkan haid tersisa di dinding rahim.
  4. Selain itu saat sedang haid, tubuh tidak boleh terbentur, terjatuh dan terpukul oleh benda keras terutama bagian perut karena bisa menyebabkan muntah darah, rahim bisa terluka.
Sebuah riset membuktikan, minum es saat haid dapat menyebabkan darah haid tersisa di dinding rahim, setelah 5-10 tahun dapat menyebabkan “KISTA & KANKER RAHIM”. Tolong info ini disebarkan ke banyak wanita baik ibu, istri, anak putri kita, maupun temana wanita, sebagai kepedulian kita terhadap sesama.
Sayangi wanitamu, beritahu tentang kabar ini agar mereka bisa berhati-hati dan bisa menjaga diri dari larang-larangan yang samar tersebut karena ketidaktahuan.
Sumber : LPKI ( Lembaga Penyuluhan Kanker Indonesia ).

Penyesalan Sang Istri Kepada Suami (setelah suami meninggal dunia)


Semoga peristiwa di bawah ini membuat kita belajar bersyukur untuk apa yang kita miliki:
Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.

Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orang tuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.
Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.
Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.
Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya.
Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.
Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkawinanku, aku juga membenci kedua orang tuaku.
Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.
Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya.
“Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut.
Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”
“Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada di mana?” tanya suamiku cepat, khawatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi. Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berutang dulu.
Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali ku telepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah.
Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi, ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.
Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan Maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya. Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orang tuaku dan orang tuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.
Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. Airmata merebak di mataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, air mataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam masjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.
Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak peduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Ia pun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.
Saat pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya.
Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.
Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.
Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku shalat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas. Aku shalat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Shalatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.
Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah dari mana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu. Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.
Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.
Istriku Liliana tersayang,
Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. Maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.
Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.
Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.
Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, kesatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat di manapun kalian berada, ayah akan di sana melihatnya. Oke, Buddy!
Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note.
Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta.
Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orang tuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selama-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.
Kini kedua putra putriku berusia dua puluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”
Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.”
Putriku menatapku, “seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?”
Aku menggeleng, “bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”
Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus.
Semoga kisah di atas dapat kita ambil hikmahnya untuk menjadi istri yang solehah untuk menuju surgaNya Allah.
Rasulullah SAW bersabda: ”Jika seorang isteri itu telah menunaikan solat lima waktu dan berpuasa pada bulan ramadhan dan menjaga kemaluannya daripada yang haram serta taat kepada suaminya, maka dipersilakanlah masuk ke surga dari pintu mana sahaja kamu suka.” (HR. Ahmad dan Thabrani)

Sunday, September 20, 2015

Siswa SMP Muslim AS Ini Ditangkap, Setelah Jam Buatannya Dikira Bom

TEXAS, Seorang siswa SMP dari Texas ditangkap karena membawa sebuah jam buatan sendiri ke sekolah yang oleh petugas polisi dikatakan menyerupai “bom”.
Ahmed Mohamed, seorang siswa kelas sembilan berusia 14-tahun di MacArthur High School di Irving, Texas, mengatakan bahwa jam yang ia bawa menarik perhatian salah seorang guru yang melaporkannya ke kepala sekolah pada hari Senin (14/09/2015), lansir Aljazeera.
“Seorang petugas dan kepala sekolah datang dan membawa saya ke sebuah ruangan yang penuh dengan lima petugas polisi,” kata Mohamed kepada stasiun lokal Dallas News dalam sebuah wawancara video dari bengkel elektronik di rumahnya.
Mohamed mengatakan polisi bertanya apakah ia bermaksud untuk membuat bom, tapi dia berulang kali menegaskan bahwa ia hanya mencoba untuk membuat sebuah jam.
Mohamed mengatakan petugas tersebut mengklaim itu adalah “bom tipuan”, sementara Kepala Sekolah Daniel Cumming dilaporkan mengatakan kepada Mohamed bahwa ia akan diusir kecuali ia memberi pernyataan tertulis.
“Mereka menginterogasi dan menggeledah barang-barang saya … kemudian saya dibawa ke pusat penahanan remaja.”
Sebuah foto Mohamed dalam tahanan baru-baru ini muncul di Twitter.
ahmed
Di pusat penahanan remaja, polisi menggeledah Mohamed lagi, mengambil Mugshot, dan mengambil sidik jarinya sebelum melepaskan dia.
Insiden itu adalah isu diskriminasi anti-Islam terbaru di kota tersebut. Walikota Irving, Beth Van Duyne, mendapat perhatian di awal musim panas karena retorika anti-Islamnya.
Ayahnya, Mohamed Elhassan Mohamed, seorang imigran Sudan, mengatakan bahwa ia percaya penangkapan itu bermotif rasial.
“Dia hanya ingin menemukan hal-hal yang baik bagi umat manusia, saya pikir anak saya dianiaya karena namanya Mohamed dan karena ini adalah 11 September,” kata ayahnya.
Juru bicara polisi James McLellan menegaskan bahwa Mohamed tidak pernah mengaku telah membuat bom tipuan.
“Dia terus mempertahankan bahwa itu adalah jam, tapi tidak ada penjelasan yang lebih luas.”

sumber : muslimdaily.net

Raja Saudi Santuni Korban Crane Miliaran Rupiah Dan Haji Gratis

JEDDAH, Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz memerintahkan agar korban kecelakaan jatuhnya crane di Masjidil Haram diberi santunan dengan besaran miliaran rupiah. Raja juga memberikan jatah haji untuk dua orang kerabat bagi setiap korban yang meninggal pada tahun depan (1437 H) melalui jalur ‘undangan raja’, demikian dilaporkan alriyadh.com, Selasa (15/9).
Dalam titah keputusannya pada Selasa (15/9), Raja Salman memerintahkan pembayaran santunan dengan perincian sebagai berikut:
  1. Untuk keluarga korban yang meninggal diberikan santunan sebesar Saudi Riyal (SR) 1.000.000 atau sekitar Rp 3,8 miliar (1 Saudi Riyal sekitar Rp 3.800) setiap orang;
  2. Untuk korban luka berat sehingga cacat permanen diberikan santunan sebesar SR 1.000.000 atau sekitar Rp 3,8 miliar untuk setiap orang;
  3. Untuk korban luka-luka lainnya diberikan santunan sebesar SR 500.000 atau sekitar Rp 1,9 milyar untuk setiap orang;
Uang santunan tersebut tidak berarti sebagai uang damai. Raja Salman tetap mempersilakan kepada para korban dan keluarganya untuk mengajukan tuntutan hukum atas kejadian tersebut jika dirasa perlu melalui pengadilan.
Raja Salman juga mengumumkan, Saudi akan mengundang dua anggota keluarga korban yang meninggal untuk haji tahun depan. Sementara untuk korban yang terluka dan tak bisa menyelesaikan ibadah haji pada tahun ini akan diberikan kesempatan menunaikan haji pada tahun depan sebagai tamu raja. Anggota keluarga korban luka-luka yang dirawat di rumah sakit akan diberikan visa kunjungan tetap.
“Korban luka yang tidak dapat menunaikan ibadah haji tahun ini dapat menunaikan haji tahun depan sebagai tamu raja. Keluarga para korban luka yang menjaga mereka di rumah sakit harus diberikan visa untuk merawat keluarganya yang sakit itu selama musim haji hingga kembali ke negara mereka masing-masing,” demikian bunyi keputusan Kerajaan Arab Saudi.
Saudi juga telah memberikan sanksi kepada perusahaan Saudi Binladin Group. Sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut dan penyelesaian masalah hukumnya, seluruh anggota Direksi Saudi Binladin Group –termasuk Bakr bin Muhammad bin Ladin dan para pejabat senior perusahaan– serta pihak-pihak lain yang terkait dengan masalah tersebut dilarang pergi meninggalkan wilayah kerajaan.
Sampai hari Selasa (15/9), telah ada 111 orang meninggal dunia dan setidaknya 331 orang terluka akibat crane yang jatuh menimpa bangunan Masjidil Haram pada Jumat (11/9/2015) ketika badai menerjang kota suci itu.

sumber: muslimdaily.net

Inilah Keutamaan Berqurban yang Wajib Anda Ketahui


Sepuluh Dzulhijjah merupakan hari besar bagi umat Islam di seluruh dunia. Pada hari itu, umat muslim merayakan hari raya Idul Adha.
Hari raya Idul Adha seringkali disebut juga dengan Idul Qurban, karena di hari ini dan tiga hari setelahnya (hari tasyriq) umat Islam diperintahkan untuk menyembelih hewan qurban yang kemudian dibagikan keseluruh umat islam di suatu daerah. Adapun jenis hewan yang diperintahkan untuk disembelih antara lain unta, sapi (kerbau), dan domba atau kambing.
Berqurban sendiri, pada hakikatnya adalah wajib bagi yang mampu. Hal ini di dasarkan pada sebuah hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ahmad, Daru qutni, Baihaqi dan al Hakim. Yang artinya sebagai berikut:
“Dari Abi Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda : Siapa yang memperoleh kelapangan untuk berkurban, dan dia tidak mau berkurban, maka janganlah hadir dilapangan kami (untuk shalat Ied).” [HR Ahmad, Daru qutni, Baihaqi dan al Hakim]
Ibadah qurban, sebagaimana ibadah lain yang telah diperintahkan oleh Allah SWT tentunya memiliki banyak fadilah dan keutamaan. Bahkan fadilah dan keutamaan berqurban tidak hanya akan dirasakan oleh orang yang menunaikannya, tetapi juga bagi orang lain disekelilingnya. Lantas, apa saja keutamaan berqurban itu? berikut kami telah merangkumnya untuk Anda.

Keutamaan Berqurban

  • Qurban adalah pintu mendekatkan diri kepada Allah
Qurban menurut bahasa arab “qurban” berarti dekat. Sungguh ibadah qurban merupakan salah satu ibadah yang dapat menjadi pintu terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah, sebagaimana ibadah shalat. Selain sebagai jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah, qurban juga dapat menjadi bukti ketakwaan sekaligus media untuk meningkatkan ketaqwaan seorang hamba. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat Al Hajj ayat 37.
Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS:Al Hajj:37)
  • Qurban sebagai wujud ketaatan seorang hamba kepada Allah
Perintah untuk menunaikan ibadah qurban sudah jelas diterangkan dalam AL Quran, salah satunya sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Hajj ayat 34.
“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).” [QS: Al Hajj : 34]
  • Sebagai saksi amal di hadapan Allah
Rasulullah SAW bersabda:
Dari Aisyah ra, Nabi saw bersabda, “Tidak ada suatu amalan pun yang dilakukan oleh manusia pada hari raya Kurban yang lebih dicintai Allah SWT dari menyembelih hewan Kurban. Sesungguhnya hewan Kurban itu kelak pada hari kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya. Dan sesungguhnya sebelum darah Kurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima di sisi Allah, maka beruntunglah kalian semua dengan (pahala) Kurban itu.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Hakim).
  • Qurban membedakan seorang muslim dengan kafir
Menyembelih sesuatu yang ditujukan kepada selain Allah merupakan salah satu perbuatan syirik yang tidak akan diampuni dosanya. Pada jaman sekarang ini, perbuatan tersebut seringkali masih dilakukan oleh segelintir kalangan. Nah ibadah qurban dapat menjadi pembeda antara seorang muslim dengan segelintir orang yang melakukan dosa syirik tersebut.
Allah SWT berfirman:
“Katakanlah, ‘Sesungguhnya shalatku, sembelihanku (qurbanku), hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu baginya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).” [QS: al-An’am : 162-163]
  • Qurban merupakan wujud solidaritas umat Islam
Ibadah qurban tidak hanya membawa kebaikan bagi yang menunaikannya, namun juga bagi umat muslim lain disekitarnya. Hewan qurban yang telah disembelin, dagingnya kemudian akan dibagikan kepada kaum muslimin disekitar daerah tersebut. Hal ini tentunya sangat membahagiakan bagi mereka yang menerima. Dengan demikian, qurban secara tidak langsung akan mempererat dan memupuk rasa solidaritas antar umat islam.
Rasulullah SAW bersabda:
Dari Ali bin Abu Tholib, ”Rasulullah memerintahkan kepadaku untuk mengurusi hewan kurbannya, membagi-bagikan dagingnya, kulit dan pakaiannya kepada orang-orang miskin, dan aku tidak diperbolehkan memberi sesuatu apapun dari hewan kurban (sebagai upah) kepada penyembelihnya.”
Demikian beberapa fadilah dan keutamaan berqurban di hari raya Idul Adha dan hari – hari tasyriq. Semoga dapat menambah wawasan kita bersama.

Sumber: hidayatullah.com

Saturday, September 19, 2015

Sunah Yang Hilang di Bulan Dzulhijjah


Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,
Di indonesia, suasana semarak ibadah masyarakat, kita jumpai ketika datang bulan ramadhan. Masjid yang biasanya sepi dari jamaah, mendadak membludak ketika taraweh pertama. Jamaah subuh yang umumnya dihadiri 2 orang (imam dan muadzin), bisa menjadi puluhan orang. Bahkan orang yang setahun tidak pernah menyentuh masjid, tiba-tiba berada di shaf paling pertama ketika shalat jamaah subuh.
Semua peristiwa itu, hanya kita jumpai di bulan ramadhan. Banyak kaum muslimin telah sadar, ramadhan merupakan momen terbesar untuk mendapatkan ribuan pahala. Barangkali ini bagian dari jasa besar para khatib, yang terus memotivasi masyarakat untuk menyemarakkan ramadhan, menyambut ramadhan dengan berbagai amal ibadah dan ketaatan. Ramadhan menjadi bulan yang identik dengan semarak ibadah kaum muslimin. Walhamdu lillah…
Sayangnya, suasana semarak ibadah semacam ini tiba-tiba sirna begitu ramadhan berlalu. Seolah bulan suci untuk ladang pahala, hanyalah bulan ramadhan.

Bulan Dzulhijjah, Terlupakan?

Lain halnya bulan Dzulhijjah. Masyarakat kita belum banyak yang menyadari bahwa Dzulhijjah termasuk bulan yang istimewa. Padahal banyak dalil yang menunjukkan bahwa di bulan Dzulhijjah, amal soleh dilipat gandakan. Sebagaimana pahala yang dijanjikan ketika ramadhan. Dari Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
شَهْرَانِ لاَ يَنْقُصَانِ، شَهْرَا عِيدٍ: رَمَضَانُ، وَذُو الحَجَّةِ
”Ada dua bulan yang pahala amalnya tidak akan berkurang. Keduanya dua bulan hari raya: bulan Ramadlan dan bulan Dzulhijjah.” (HR. Bukhari 1912 dan Muslim 1089).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggandengkan bulan Dzulhijjah dengan Ramadhan. Sebagai motivasi beliau menyebutkan bahwa pahala amal di dua bulan ini tidak berkurang.
Rentang waktu yang paling mulia ketika Dzulhijjah adalah 10 hari pertama. Di surat al-Fajr, Allah berfirman:
وَ الْفَجْرِ * وَلَيَالٍ عَشْرٍ
Demi fajar, dan demi malam yang sepuluh. (QS. Al Fajr: 1 – 2)
Ibn Rajab menjelaskan, malam yang sepuluh adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Inilah tafsir yang benar dan tafsir yang dipilih mayoritas ahli tafsir dari kalangan sahabat dan ulama setelahnya. Dan tafsir inilah yang sesuai dengan riwayat dari Ibn Abbas radliallahu ‘anhuma…” (Lathaiful Ma’arif, hal. 469)
Allah bersumpah dengan menuebut sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Yang ini menunjukkan keutamaan sepuluh hari tersebut. Karena semua makhluk yang Allah jadikan sebagai sumpah, adalah makhluk istimewa, yang menjadi bukti kebesaran dan keagungan Allah.
Karena itulah, amalan yang dilakukan selama 10 hari pertama Dzulhijjah menjadi amal yang sangat dicintai Allah. Melebihi amal soleh yang dilakukan di luar batas waktu itu. Dari Ibn Abbas radhiallahu ‘anhu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ. يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ « وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ
“Tidak ada hari dimana suatu amal salih lebih dicintai Allah melebihi amal salih yang dilakukan di sepuluh hari ini (sepuluh hari pertama Dzulhijjah, pen.).” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, termasuk lebih utama dari jihad fi sabilillah? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Termasuk lebih utama dibanding jihad fi sabilillah. Kecuali orang yang keluar dengan jiwa dan hartanya (ke medan jihad), dan tidak ada satupun yang kembali (mati dan hartanya diambil musuh, pen.).” (HR. Ahmad 1968, Bukhari 969, dan Turmudzi 757).
Dalam riwayat yang lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Tidak ada amalan yang lebih suci di sisi Allah dan tidak ada yang lebih besar pahalanya dari pada kebaikan yang dia kerjakan pada sepuluh hari al-Adha.” (HR. Ad-Daruquthni, dan dihasankan oleh al-Albani)
Al-Hafidz Ibn Rajab mengatakan, Hadis ini menunjukkan bahwa beramal pada sepuluh hari bulan Dzulhijjah lebih dicintai di sisi Allah dari pada beramal pada hari-hari yang lain, tanpa pengecualian. Sementara jika suatu amal itu lebih dicintai Allah, artinya amal itu lebih utama di sisiNya. (Lathaiful Ma’arif, hal. 456).
Diceritakan oleh Al Mundziri dalam At Targhib wa At Tarhib (2/150) bahwa Sa’id bin Jubair (Murid senior Ibn Abbas), ketika memasuki tanggal satu Dzulhijjah, beliau sangat bersungguh-sungguh dalam beribadah, sampai hampir tidak mampu melakukannya.

Saatnya Membangun Kesadaran Masyarakat

Memahami hal ini, saatnya kita menyadarkan masyarakat. Kita ajak mereka untuk bersama-sama menyemarakkan 10 hari pertama Dzulhijjah dengan berbagai amal soleh dan ibadah, sebagaimana ketika mereka menyemarakkan bulan ramadhan. Jadikan kesempatan 10 hari pertama sebagai ladang untuk mendulang jutaan pahala.
Lebih dari itu, ada beberapa amal soleh yang dianjurkan untuk dikerjakan selama 10 hari pertama Dzulhijjah, diantaranya:
  • Memperbanyak puasa sunah selama 9 hari pertama
  • Memperbanyak takbiran dan dzikir.
  • Banyak melakukan amal soleh apapun bentuknya.
Keterangan selengkapnya bisa anda pelajari di: Amalan Bulan Dzulhijjah
allahu a’lam

QUIS Siagakan Ternak Terbaik


Setelah menunggu selama 86 tahun, barulah Nabi Ibrahim as mendapat keturunan melalui istrinya, Siti Hajar. Mengenang panjangnya masa penantian itu, Nabi Ibrahim as menamai putranya Ismail as yang bermakna ‘’Allah telah mendengar dan mengabulkan do’a”.
Coba bayangkan, remaja Ismail as sedang mekar-mekarnya tumbuh ketika tiba-tiba harus mati. Dan kematiannya pun musti dengan disembelih oleh bapaknya sendiri pula. Wajar bila Nabi Ibrahim as sempat bimbang, sebelum akhirnya memenuhi titah Ilahi untuk mempersembahkan Ismail sebagai qurban – yang kemudian diganti Allah SWT dengan seekor kibas. Domba pengganti Ismail as ini disebut dalam Al Qur’an sebagai qurban yang dahsyat atau zabhun ‘adzim (Q.S. 37:107)
Begitulah, “Amal terbaik adalah perbuatan untuk Allah” (Ghurar al-Hikam, tentang amal). Amal terbaik adalah yang tersulit (Bihar al-Anwar, jilid 7, hal 191), yang tidak disukai dirimu (Bihar al-Anwar, jilid 78, hal 69).
Dari kisah pengorbanan Nabi Ibrahim as, Rasulullah SAW mengajak umatnya untuk mempersembahkan qurban terbaik.
Dari segi hewan qurban, berdasarkan hadits-hadits Nabi SAW, para ulama menyimpulkan prioritas keutamaan hewan qurban berturut-turut adalah onta, lalu sapi, baru kemudian kambing atau domba, untuk qurban perorangan (Shahih Fiqih Sunnah, II/374).
Umur ternak yang hendak diqurbankan harus mencukupi, yaitu mendekati 2 tahun untuk kambing atau domba, hampir 3 tahun untuk sapi atau kerbau, dan sudah berumur 5 tahun untuk unta (Sayyid Sabiq, 1987; Mahmud Yunus, 1936).

Hewan qurban juga musti sehat. Tidak boleh cacat semisal buta mata walau cuma sebelah, pincang jalannya, kurus, tanduknya patah, kupingnya tercuil, hidung atau ekornya terpotong (Abdurrahman, 1990; Al-Jabari, 1994; Sayyid Sabiq, 1987). Untuk itu, sebaiknya ternak qurban sudah diperiksa tim medis dan mendapat sertifikat bebas penyakit berbahaya seperti anthrax, mad cow, atau penyakit mulut dan kuku.
Namun hewan yang dikebiri (al maujuu’ain) boleh dijadikan qurban. Sebagaimana Rasulullah pernah berqurban dengan dua ekor kibas yang gemuk, bertanduk, dan telah dikebiri (HR Ahmad dan At-Tirmidzi).
Yang terbaik adalah hewan qurban nan sehat dan gemuk. ”Dulu kami di Madinah biasa memilih hewan yang gemuk dalam berqurban. Dan memang kebiasaan kaum muslimin ketika itu adalah berqurban dengan hewan yang gemuk-gemuk” (HR Bukhari dari Abu Umamah bin Sahl).

Alhamdulillah, sejak empat tahun terakhir ini, QUIS PPPA Daarul Qur’an sudah mengusahakan pembesaran ternak. ‘’Kami menyiapkan hewan qurban sejak 6 bulan lalu di daerah Sukabumi dan di beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur,’’ ungkap Khory Ainulyakin, Direktur Qurban Istimewa Daarul Qur’an.
Khory menjelaskan, usaha ini selain untuk mempersiapkan kualitas ternak qurban terbaik juga dalam rangka menekan harga pasar. Sehingga harga hewan qurban tidak terlampau melambung di saat peak-season.

Tips Biar Tahan Krisis

Hemat. Hemat. Hemat. Puasa Daud. Puasa Daud. Puasa Daud. Mayan. Ga makan siang. Hehehe. Biar tahan krisis.
+ Ibarat bertinju. Lalu kalah. Terus nyari-nyari alasan. Yang ndilalah alasan itu bisa jadi, bener.
– Loh ini masih lanjut?
+ Itu sih, lawannya lebih gede. Pelatihnya lebih hebat. Kita? Sasananya aja dituker guling sama apaaa gitu. Jadi jauh. Males latihan.
– Hehe.
+ Semakin nyari alasan, semakin keliatan emang kita pantes kalah.
– Oh, filosofi tanding tinju ya?
+ Iya. Jangan nyalahin lawan, dan sebab-sebab lain.
+ Terus gimana?
– Udah dhuha? Udah doa? Kembali kerja. Kembali dagang. Kembali belajar.
+ Oke. Terus?
– Jangan lupa berjamaah nanti ya..
Dunia keangkat, Amerika ketolong, China kebantu, Eropa, apalagi Malaysia dan Singapore, sebab Indonesia. Dan Indonesianya di atas mereka semua. TOP.
+ Itu edisi doa? Apa edisi sindiran?
– Edisi doa. InsyaaAllah.
+ Suf…
– Iya Sur…
+ Banyak yang ga ke masjid ya.
– InsyaaAllah tar juga ke masjid. Ajarin, ajakin, doain.
+ Iya. Di Masjid ada Allah.
– Ya
If deris a will? Deris smith. If deris Yusuf? Hehehe. Deris Mansur.
+ Gimana soal pemerintahan sekarang?
– Doain aja. Saat ga bisa ketemu, ga bisa bantu, ga bisa ikut mikirin, doain aja. It’s baiker.
+ Baik. Baiker. Baikest.
+ Tentunya sambil move on ya Suf…
– Wuih… Itu iBuknya Wirda. Judulnya: Muv On.
+ Move ON.
– Iye. Edisi Suflishnya: Muv On.
+ Doain, sambil terus do our best ya Suf.
– Iya.
+ Baca deh Q. S 3 ayat 26 dan 27. Gi dah. Baca dulu.
– Baca selembar itu gimana?
It’s ghud.
Cakep. Cakeper. Cakepest. Ganteng. Gantenger. Gantengest.
+ Suflish?
– Iye. Hehehehe.
+ Suf. Ngobrol apa lagi ya?
– Istirahat dulu aja.
Saya ngajar, Bos… Bukan ngelawak. Jadi guru jangan pada stress. Murid dah pada bingung bayaran sama jajan. Masa pasang gaya The Galakers?
+ Katanya mau istirahat? Kenapa? Ada yang gangguin? Tenang Suf. Saya bantuin. Bantuin doa.
– Hehehe. Ga ada. Iseng aja. Sebagai inpoh.
Hehehe. Udehan dulu ya. MANSUR nya udah sepet tuh matanya.
+ Yeeee… Bawa bawa saya…
+ Suuuuuuuuuffffffff…
– Saya mau istirahat, Sur…
+ Gimana diskusi kita?
– Jangann kebanyakan diskusi. Ga beres tarnya. Selipin doa.

Injil Berusia 1.500 Tahun Nyatakan Bukan Nabi Isa yang Disalib


Perdebatan panjang mengenai Nabi Isa ‘alaihissalam, atau dalam pandangan Kristen dinamakan “Yesus Sang Juru Selamat”, tidak sempat lekang ditelan bergulirnya era. Perdebatan itu bahkan tampaknya dapat kembali menguat seiring informasi ditemukannya kitab Injil berumur lebih dari 1.500 th.

Menurut website higherperspective.com yg dikutip web Inilah.com, Ahad (24/8/2014), dalam kitab Injil version Barnabas yg ditemukan itu terdapat pendapat bahwa Nabi Isa ‘alaihissalam atau Yesus, taksempat disalib. Yg disalib merupakanteman Nabi Isa yg berkhianat, yaitu Yudas Iskariot, atau dalam ajaran Islam dinamakanjuga sebagai “orang yg diserupakan bersama Nabi Isa ‘alaihissalam”, layaknya tercantum dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 157.

Injil Barnabas dikenal sbg Injil di luar Injil-injil kanonik yg direstui & diresmikan Vatikan, merupakan Injil-injil Matius, Markus, Lukas & Yohanes. Injil-injil yg direstui Vatikan ini tidak serupadgn Injil Barnabas.

Searahbersamahistoriyg dicatat Islam, Injil lanjut usia itu menyebutkan bahwa Yesus serentak diangkat ke surga, sementara Yudas bersama iradah Allah disamarkan maka menyerupai Yesus & disalibkan dalam prosesi sama sepertiyg diyakini sewaktu ini.

Bila ditelusuri terhadapweb barnabas.net, di BAB 112 terhadap Injil Barnabas dinyatakan bahwa Nabi Isa (Yesus) bercerita pada Barnabas, iadapat dibunuh. Tetapi, kata Nabi Isa, Allah dapat membawanya naik dari bumi. Sedangkan orang yg dibunuh sebenarnya yakniseseorang pengkhianat yg wajahnya diubah seperti Nabi Isa. &beberapa orangdapatyakin bahwa yg disalib itu ialah Nabi Isa.

”Tetapi Muhammad dapat datang… Rasul Allah yg suci,” kata Nabi Isa. Nama Nabi Muhammad pundinamakankepada Bab 136, 163, & 220. Seandainya dikaitkan antara mengisi Injil Barnabas dgninformasi dari higherperspective.com ygmenyebut bahwa yg disalib yakni Yudas, sehingga berarti ini yg disalib ialahrekan Nabi Isa ‘alaihissalam ygsudah berkhianat.

Kepada 28 Pebruari 2012 dulusudah diberitakan bahwa sudah ditemukan di Turki satu buah Injil berumur 1.500 thnyg menceritakan kehadiran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Menteri Budaya & Pariwisata Turki terhadapdikala itu, Ertugul Gunay, menyampaikansearahdgn keyakinan Islam, Injil ini memperlakukan Yesus yang merupakan manusia, bukan “Tuhan”. Fakta ini, sekaligus menolak konsepide tritunggal & penyaliban Yesus.

“Penemuan terbesar ya Injil tersebut, yg ditaksir berharga 28 juta dollar AS,” catat higherperspective.com

Web ini posting, para ahli menegaskan bahwa Injil tersebut ori. Injil itu ditulis dgn tinta emas dalam bahasa Aramaic—bahasa ygdimanfaatkan Yesus.

Sumber : dakwatuna

Wajib Dibaca Buat Yang Suka Mandi Sambil Bernyanyi


::: Wajib Dibaca Buat Yang Suka Mandi Sambil Bernyanyi ::::
==========================
===================
".. Mandi / Kamar Mandi.."
Siapa yang suka mandi sambil menyanyi!!!
ada yg sayang nih kalau dilewatkan, yuk baca :

Dalam sebuah hadist, Rasulullah bercerita bahwa Iblis meminta tempat tinggal kepada Allah seperti halnya Allah memberikan tempat tinggal kepada anak adam untuk berada di bumi.

"Ya Allah, Adam dan keturunannya Engkau beri tempat tinggal di bumi, maka berilah pula aku tempat tinggal..!!" Kata Iblis... Allah berfirman,,"Tempat tinggalmu adalah kamar mandi atau tandas"(HR. Bukhari)

Dari situlah kemudian Iblis pun menggoda setiap orang yang memasuki rumahnya yang berupa kmr mandi..

Godaan iblis macam-macam dan aneka warna. contohnya menggoda manusia supaya:
1. Berlama-lama di dalam kamar mandi
2. Bernyanyi atau berkata-kata
3. Bermain-main air atau sesuatu yang lain (bawa hp mendengarkan musik, ber'facebook')
4. Membisik seseorang supaya kencing sambil berdiri (sunnah rasul kencing sebaiknya jongkok)
5. Membiarkan baju yang kotor tergntung di dalam kamar mandi
6. Melupakan seseorang untuk berdo'a ketika hendak masuk atau keluar dari kamar mandi
7. Mengambil wudhu sambil telanjang
8. Mencoret-coret dinding kamar mandi
9. Merencanakan kejahatan
10.Onani/masturbasi di dalam kamar mandi, air mani akan bercampur air mani iblis & menyebabkan terlahirlah tuyul.

Maka, hati-hatilah sewaktu dalam kamar mandi atau toilet. Dan tips yang baik adalah mandi, buang air dll sewajarnya saja... lebih cepat lebih baik.

::: Do'a Masuk dan Keluar Kamar Mandi :::

*Do'a Ketika Masuk Kamar Mandi (WC)

اَللّهُمَّ اِنىِّ اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَ الْخَبَائِثِ
"ALLAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MINAL KHUBUTSI WAL KHOBAAITSI"
Artinya : Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari setan laki-laki dan setan perempuan.

*Do'a Ketika Keluar Kamar Mandi (WC)

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى اَذْهَبَ عَنِّى اْلاَذى وَعَافَنِى
"ALHAMDULILLAHIL LADZII ADZHABA ANNIL ADZA WA 'AAFANII";
Artinya : Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan penyakit dan telah membuatku sehat.

:::Manfaat Dari Berdoa Ketika Masuk Dan Keluar Kamar Mandi:::

*Ketika Masuk
Pada saat kita mandi atau ingin kencing, tentunya kita dalam keadaan telanjang. Dengan berdo'a, maka Aurat kita tidak akan terlihat oleh syetan dan jin. Dan dengan berdo'a juga maka kita akan terhindar dari perbuatan buruk.

Kita tidak dapat mengira kapan kita akan mati bukan? bisa saja sewaktu-waktu kita mati di kamar mandi. Jika sebelumnya seseorang mengucapkan do'a ketika akan memasuki kamar mandi, maka insyaallah dia mati dalam keadaan Khusnul Khotimah.

*Ketika Keluar
Ketika berada di kamar mandi tentu kita melakukan sesuatu seperti "BAB, kencing dsb" kegiatan tersebut adalah membuang kotoran yang ada di dalam tubuh kita. Maka hendaknya setelah melakukan itu dan saat kita keluar dari kamar mandi, kita mengucapkan terimakasih kepada Allah SWT karena telah memberi kita kesehatan dan telah menghilangkan kotoran dan penyakit dari dalam tubuh kita. Allah akan senantiasa menambah nikmat orang yang mensyukuri nikmat yang ia berikan.

Sekarang Anda punya 3 pilihan:

1. Anda - Aku akan biarkan tulisan ini tetap di sini saja...

2. Malaikat - Ingatkan pada teman yang anda kenal...Sebarkanlah..!

3. Syaitan - Tidak usah sibuk-sibuk menyebarkan tulisan ini... Biarkan saja di sini.. Kalau bisa hapus / tutup saja... Mereka tidak perlu membaca tulisan ini.

INI Caranya Agar Menjadi Istri Yang Menarik Bagi Suami!!


Mau jadi istri yg menarik bagi suami? disayang suami? Inilah kiat jadi istri yg selalu menarik bagi suami. Simak selengkapnya…

Seperti telah kita ketahui, perempuan shalihah merupakan harta paling bernilai lantaran yaitu perhiasan paling baik di dunia ini. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, artinya : ”Dunia seluruh yakni perhiasan. & sebaik-baik perhiasan dunia yaitu perempuan yg sholihah.” Alangkah indahnya bila tiap-tiap muslimah jadi perempuan yg shalihah yg terjaga fisik & ruhnya dari hal-hal yg tak baik, sebab pasti hal itu bakal jadi yang di cita citakan tiap-tiap suami.

Perjalanan sesudah pernikahan yg dijalani oleh pasangan suami & istri memang lah tidaklah singkat. Bermacam permasalahan tentu dapat muncul ditengah jalan, dari masalah sepele sampai masalah yg teramat serius. Dari masalah tampilan hingga masalah karakter. Utk Mempertahankan bahtera rumah tangga biar selalu harmonis benar-benar memerlukan pengorbanan & ilmu.

Berikut ini sekian banyak trik supaya perempuan sanggup jadi istri yg selalu menarik bagi suami :

1.Menyongsong kehadiran suami bersama senyum

Sambutlah kehadiran suami dgn wajah yg ramah & berseri. Betapa cantiknya wajah yg tersenyum tulus, & sebaliknya betapa buruknya wajah yg sarat dgn ekspresi geram atau cemberut. Senyum istri ketika menyongsong kehadiran suami mampu mengobati kepenatan. Sebaiknya istri mengatur disaat bersama sebaik-baiknya sampai dikala suami pulang tak tengah tenggelam dalam kesibukan rumah tangga maka sambutan atas kehadiran suami terabaikan.

2.Tonton kebersihan & keindahan badan

Pasti kita mau senantiasa menyaksikan suami kita bersih & rapi. Begitu pula sang suami, pasti ia amat berharap istrinya selalu tampil menarik & enak dilihat di hadapannya. Sekalipun sibuk bersama tugas rumah & telah melahirkan sekian banyak anak, sebaiknya istri berupaya terus menjaga penampilannya di depan suami bersama berolahraga & perawatan. Perawatan tak butuh mahal, contohnya : bersama bahan di dalam lemari pendingin pun mampu dibuat beraneka ragam masker alami buat menjaga kesehatan kulit.

3.Merendahkan nada di hadapan suami

Allah memerintahkan para istri buat merendahkan nada di depan suami. Sekalipun dalam keadaan beram, istri mesti sanggup sehalus barangkali mengungkapkan supaya suami tak terpancing emosinya. Selalu bertutur kata lembut mencermikan rasa hormat istri kepada suami.

4.Buktikan terampil mengurus rumah

Rumah yg bersih & rapi mempunyai daya tarik yg dapat menciptakan suami betah di rumah. Begitu pun dalam urusan dapur, coba sebaik bisa jadi buat menghidangkan masakan yg sehat & lezat, yg pasti amat didambakan oleh suami.

5.Terampil dalam mengelola keuangan keluarga

Telah tentu suami dapat amat gemar mempunyai istri yg cermat dalam mengelola keuangan rumah tangga, maka hasil keringat suami jadi barokah.

Begitu sekian banyak trick supaya jadi istri yg selalu menarik bagi suami. Seyogyanya tiap-tiap perempuan bersegera buat memperbaiki diri & akhlak nya biar jadi perempuan yg shalihah, terjaga fisiknya & terampil dalam mengurus rumah tangga.

Mudah-mudahan berguna.

Waallahu a’laam bishowab.