Showing posts with label tips. Show all posts
Showing posts with label tips. Show all posts

Saturday, November 7, 2015

5 RAHASIA Wajah Berseri Menurut ISLAM

Tipsnya mudah aja kok,Tak Perlu Beli Pencuci Muka Yang Mahal-Mahal
.
  1. Bangun awal pagi untuk sholat subuh.
    Air wudhu yang mengenai muka akan mengencangkan kulit.
  2. Menunaikan sholat DZUHUR. Air wudhu yang
    mengenai muka akan mencerahkan mata.
  3. Tidak melalaikan sholat ASHAR di waktu sore.
    Air wudhu yang mengenai muka akan membersihkan kotoran asap & DEBU
  4. Tidak menunda untuk sholat maghrib.
    Air wudhu yang mengenai muka akan menghilangkan bau di hidung & mulut.
  5. sholat Isya’.Air wudhu yang mengenai muka akan menceriakan wajah dari kemungkaran.
    Memang Banyak Rahasia Dan Kebaikan Jika Kita Selalu Mengikuti Apa Yang Allah perintahkan
    .
    Tapi,Sayang,Masih banyak Belum Menyadarinya. Percayalah, orang yang sering
    berwudhu aura wajahnya akan lebih terpancar dan berseri-seri. InsyaAllah…
    .
    Subhanallah …
    Semoga yang mengucapkan Aamiin wajah senantiasa dirahmati Allah dan kelak di hari kiamat wajahnya termasuk wajah yang berseri-
    seri bercahaya. Aamiin
    .
    Rasulallah SAW bersabda :”Barang siapa yang
    menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang
    mengamalkannya,maka
    walaupun yang menyampaikan sudah tiada
    (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala.” (HR. Al-Bukhari)
    .
    Subhanallah
    Semoga kita dapat mengambil pengetahuan
    bermanfaat yang bernilai ibadah lewat tulisan ini
    dan mengamalkan dalam kehidupan sehari – hari.
    Aamiin
Sumber: Rahasia

Anda Malas Melaksanakan Shalat? Ayo Segera Atasi dengan 7 Tips ini

SUDAH menjadi kewajiban bagi setiap umat Islam untuk melaksanakan shalat. Dengan shalat maka kita dapat membedakan agama Islam dengan agama yang lainnya. Karena hanya Islam-lah yang menganjurkan umatnya untuk melaksanakan shalat. Tapi, beberapa fakta mengungkapkan bahwa tidak setiap umat Islam melaksanakan salah satu kewajibannya ini. Masih saja ada rasa malas pada dirinya untuk melaksanakan shalat. Padahal, Allah SWT telah memperingatkan kita tentang pedihnya siksa orang yang meninggalkan shalat maupun yang lalai dalam menjalankannya.

Bagi Anda yang kini termasuk orang tersebut, yakni orang yang malas dalam melaksanakan shalat, segeralah rubah diri Anda untuk melakukan hal yang dianjurkan oleh Allah SWT itu. Bila cukup sulit untuk merubah rasa malas itu, coba deh Anda lakukan 7 tips berikut.

1. Menghadirkan dalam hati untuk apa kita ada di dunia. Kita hidup di dunia yakni untuk beribadah kepada Allah Rabb semesta alam. Diantara ibadah yang diperintahkan kepada kita adalah shalat. Maka mengerjakan shalat adalah kewajiban kita sebagai hamba Allah yang wajib ditunaikan dengan sebaik-baiknya.

2. Berpikirlah dalam hati bahwa ibadah shalat adalah ibadah yang pertama kali diwajibkan dan termasuk amal perbuatan manusia yang pertama kali dihisab (diperhitungkan) pada hari kiamat. Maka kita akan melaksanakan shalat sebaik-sebaik shalat agar kita termasuk golongan orang-orang yang beruntung.

3. Segala perbuatan tergantung pada niatnya. Niatkan pada diri kita untuk selalu shalat tepat di awal waktu. Bersungguh-sungguhlah melawan rasa malas itu. Jangan sampai rasa malas menguasai diri kita.

4. Biasakanlah untuk shalat lima waktu berjama’ah di masjid (bagi pria), walau pada awalnya terasa berat tapi kalau sudah dibiasakan akan terasa ringan bahkan kita akan merasa rugi bila meninggalkannya.

5. Jika rasa malas itu kembali menggerogoti kita, lawan saja. Ingat kewajiban kita sebagai orang muslim, ingatlah balasan/adzab Allah terhadap orang-orang yang meninggalkan shalat 5 waktu.

6. Jika adzan telah berkumandangkan, segeralah untuk mengambil air wudhu. Usahakan bila sedang melakukan aktivitas penting, berhentilah sejenak. Ini mungkin yang susah dilakukan, tapi menunda shalat akan menimbulkan rasa malas nantinya. Jangan tunda, segera laksanakan shalat.

7. Komitmen terhadap diri sendiri. Shalat itu kewajiban, dan kewajiban itu harus dilaksanakan. Lakukan terus secara konsisten, sehingga shalat pun berubah fungsi menjadi kebiasaan yang ringan dilakukan.

Sumber: 8 Kabar

Wednesday, November 4, 2015

11 Solusi Mudah Mengatasi Kondisi Keuangan Keluarga

Seluruh hasil jerih payah suami dan atau pun istri merupakan pendapatan bersama yang seharusnya juga diketahui secara bersama atas pengeluaran keuangan mereka.
Masalah dalam keluarga bervariasi. Salah satunya berasal dari finansial keluarga. Kondisi keuangan keluarga yang tidak kunjung sehat, seperti gali lubang tutup lubang bisa menyebabkan defisit. Masalah keuangan yang muncul dapat menjadi suatu masalah emosional dan terkadang membuat suami tertekan oleh permintaan istri yang mengharuskan agar kebutuhan harus terpenuhi saat itu juga, terutama untuk kepentingan si buah hati. Untuk itu diperlukan adanya pembenahan dalam mengatasi kondisi keuangan keluarga.
Anda harus bersikap cerdik dan cermat dalam soal manajemen keuangan karena hal ini menjadi momok yang penting untuk membina hubungan tetap harmonis. Jangan selalu mengandalkan pinjaman dan berutang demi pemenuhan kebutuhan yang kian hari kian meningkat. Kurangi gaya hidup konsumtif untuk menghemat pengeluaran.
Apalagi jika Anda merasa pendapatan yang diterima tiap bulan selalu kurang. Padahal kondisi tersebut timbul akibat dari Anda sendiri yang kurang bisa mengontrol cash flow keuangan Anda. Seharusnya bersama pasangan, Andasudah bisa bahu membahu untuk memberi yang terbaik khususnya dalam masalah keuangan keluarga tersebut.
Jika Anda berdua sama-sama bekerja, penghasilan suami sudah sepatutnya sebagai penghasilan utama untuk membiayai kehidupan Anda dalam berkeluarga, terutama dalam memenuhi beragam kebutuhan. Untuk penghasilan yang diterima oleh seorang istri dari hasil jerih payahnya, memang tidak diwajibkan, penghasilan sang istri tersebut dijadikan juga sebagai sumber penghasilan utama. Untuk pendapatan seorang istri bisa dialokasikan untuk kebutuhan Anda sebagai istri dan juga kebutuhan darurat lainnya, terutama untuk anak Anda.
Lebih baik untuk urusan finansial ini, Anda sudah membicarakannya sejak pertama memutuskan untuk menikah. Tujuannya meminimalisasi hal-hal yang mungkin akan terjadi ke depannya. Sebelum Anda menjalani kehidupan berkeluarga, mungkin uangku, uangmu dan uang kita. Tetapi, apakah akan selalu berjalan mulus ketika sudah menjalani kehidupan sebagai suami istri.
Semua harus dipersiapkan sebaik mungkin supaya keluarga Anda selalu bahagia, namun, jika memang terjadi penghambat dalam berkeluarga nanti, yang masalah utamanya seperti yang sudah dijelaskan di awal, terutama masalah keuangan, kita-kita berikut ini bisa Anda lakukan dalam upaya mengatasi atau pun memulai perencanaan keuangan yang baik bagi keluarga Anda.
1. Terbuka
 
Ilustrasi-Diagram-Cashflow-2
Sikap terbuka sebagai awal Anda menjalan kehidupan berkeluarga, seperti yang telah disebutkan di atas. Baik bagi pasangan yang sama-sama bekerja atau pun hanya salah satu saja, sebaiknya tidak ada yang harus disembunyikan, terlebih untuk masalah pengeluaran nantinya. Selalu diskusikan semua keputusan yang menyangkut keuangan, seperti pengeluaran, pemasukan, tabungan dan lainnya.
2. Bikin kesepakatan
070120a0200
Sebelum menghabiskan uang Anda, ada baiknya untuk membuat aturan yang disepakati bersama. Contohnya, menentukan berapa persen yang harus ditabung, berapa budget yang digunakan untuk membayar tagihan dan lainnya.
3. Menentukan tujuan jangka panjang
Dalam hal finansial, Anda harus cermat dan bijak dalam melihat masa depan. Bukan berarti Anda harus menerawang atau bertindak sebagai paranormal. Pastinya Anda bersama pasangan sudah bisa menentukan hal di masa mendatang yang membutuhkan banyak uang. Seperti; biaya pendidikan anak, liburan dan lainnya. Ini akan membantu Anda dan pasangan untuk menyimpan uang dan tidak akan kewalahan ketika saatnya tiba. Anda juga bisa membaca cara menyiapkan dana pendidikan untuk buah hati Anda di masa depan. (di link)
4. Menabung
bigstock-a-woman-stacks-coins-save-mon-47978543
Anda tidak perlu membuka rekening untuk menabung di salah satu bank, tetapi Anda bisa menyiapkan celengan di rumah yang tidak akan bisa dibuka selama beberapa waktu ke depan. Untuk faktor keamanan, Anda sebaiknya menyimpan tabungan Anda di bank yang tentu sudah menjadi bank kepercayaan Anda. Mungkin terdengar remeh, namun uang yang terkumpul bisa sangat berguna saat dibutuhkan.
5. Tabungan bersama
how_to_buy_your_first_home
Tidak jauh berbeda dengan point sebelumnya, tetapi dengan ada tabungan bersama, Anda berdua sudah pasti mengetahui masuk keluarnya uang dari tabungan tersebut. Sehingga Anda lebih bisa mengantisipasi akan hal-hal yang mungkin terjadi atau pun sekedar mengetahui ke mana dana tersebut dialokasikan, walaupun terkesan tidak etis tetapi satu sama lain mengetahuinya dan tidak menimbulkan kecurigaan.
6. Melacak pengeluaran
financial-coaching
Sebelum mengeposkan uang mungkin di hari pertama Anda menerima gaji sebagai sebuah pasangan. Sebelum hari itu terjadi, Anda apat melacak pengeluaran Anda sehari-hari. Hal ini akan terasa manfaatnya sejak awal pernikahan, karena Anda bisa memperkirakan berapa pengeluaran Anda baik itu untuk harian atau pun bulanan. Dari sudut pandang ini, bisa terlihat apakah Anda orang yang cukup hemat atau justru terlalu boros?
7. Membuat anggaran yang realistis
medium_20150109090056.18-Lakukan-Ini-Agar-Tidak-Kehabisan-Uang-Saat-Berpetualang-1-1
Pastikan anggaran Anda realistis dan bisa dilaksanakan dengan baik. Jangan terlalu membuat anggaran yang justru mencekik keuangan Anda bahkan segala kebutuhan utama dan penting malah tidak terpenuhi. Hidup terlalu hemat menjadikan Anda tidak bisa menikmati hidup bukan merupakan solusi terbaik. Tidak pula melonggarkan anggaran Anda sehingga membuat kehidupan Anda terlalu boros.
8. Sematkan uang untuk membangun koneksi
LbMNoj8L
Di sini mungkin terlalu tinggi bahasanya, apalagi Anda sudah berkeluarga. Namun, jangan dipandang sebelah mata, membangun koneksi juga sama dengan membangun bisnis baru atau dengan kata lain membuka rekening pendapatan baru yang sudah pasti akan berguna bagi kehidupan Anda.
9. Dana hangout
o-RAINING-MONEY-facebook
Sisakan sedikit uang untuk bersenang-senang ini. Jangan terlalu banyak sehingga tidak menimbulkan sikap boros, jika Anda menyukai tantangan, justru besarkan dana untuk senang-senang tersebut, sampai di mana Anda bisa menahannya untuk tidak menghabiskannya, jika sampai hari gajian Anda tiba kembali dan uang ini masih tersisa banyak berarti Anda telah berhasil melewati tantangan tersebut dan Anda bisa mengulangi hal ini sehingga Anda pun dilatih dalam bertanggung jawab soal keuangan.
Bila sudah berkeluarga, uang untuk senang-senang hanya untuk dilingkup keluarga saja, seperti makan malam di luar atau sekedar nonton bioskop bersama, yang paling mahal mungkin jalan-jalan ke luar negeri, tetapi itu pun dari hasil tabungan Anda bersama pasangan. Anggap saja ini semua merupakan penghargaan dari hasil kerja keras Anda bersama.
10. Rapat keuangan
office-meeting
Selalu adakan pertemuan dengan pasangan membicarakan masalah keuangan ini. Bisa dilakukan setiap bulan atau bahkan setiap minggu. Jalani ini dengan suasan senang, santai karena bukan rapat di kantor tetapi rapat bersama pasangan Anda yang selalu menjalani kehidupan bersama-sama.
11. Bekerjasama untuk mengatur keuangan
family_portraits_01
Selalu dan selalu bekerjasama dalam mengatur keuangan. Jangan terlalu mendominasi atau justru pasif jika berkaitan dengan pengeluaran dan pemasukan serta perencanaan keuangan. Di awal-awal mungkin akan canggung, namun jika dibiasakan Anda akan merasakan manfaatnya mengatur keuangan bersama pasangan.
Tak khayal, terkadang pendapatan seorang istri juga bisa lebih besar dari suami, ada yang menerimanya dengan lapang dada dan memang itu semua ditujukan untuk kehidupan keluarga yang lebih baik.
Terkadang, ada pula peran antara suami dan istri dalam keluarga yang menyimpang bahkan berubah total kodratnya, yang terparah ada juga dengan keadaan istri yang berpenghasilan lebih besar dari suami, membuat sang istri menjadi semena-mena dan tidak mau mengikuti perkataan sang suami, bahkan yang lebih mengenaskan adalah tidak menghormatinya sebagai kepala keluarga yang memang berkewajiban mencari nafkah.
Untuk menghindari hal tersebut, dari sisi finansial, Anda bisa saling berbagi tugas, membagi tugas di sini bukan berarti membagi tugas seperti biasa yang dilakukan suami dan istri dalam berkeluarga, melainkan, membagi pos pengeluaran. Contohnya : untuk kebutuhan sehari-hari, dapur bulanan, hingga uang jajan anak, alokasikan dari pendapatan suami. Sementara gaji istri dialokasikan untuk membayar cicilan, tagihan, asuransi serta kebutuhan mendesak lainnya. Dengan ini semua kontribusinya seimbang.
Sebagai panduan untuk Anda, kami akan menyuguhkan secara singkat mengenai managemen keuangan keluarga yang sebaiknya diterapkan dalam sebuah keluarga.
Sumber: Atur Duit


3. Menentukan tujuan jangka panjang

Wednesday, October 7, 2015

3 Tips Menciptakan Keluarga Muslim Kaya Raya

Sahabat Abi Ummi, potret keluarga muslim saat ini tentu jauh dari kata sejahtera. Kebanyakan dari keluarga muslim yang ada adalah mereka yang miskin, mereka yang bodoh, mereka yang jauh dari suasana keislaman. Status dalam KTP-nya tertulis Islam, tetapi salat 5 waktu saja jarang mereka lakukan. Benar, bukan?
Ini bisa kita lihat di jalan-jalan, siapa yang berprofesi menjadi pengamen? Mereka adalah muslim. Siapa yang berprofesi menjadi pengemis? Mereka adalah muslim. Siapa yang berprofesi sebagai buruh? Mereka adalah muslim. Semua adalah berasal dari keluarga muslim. Lalu, bagaimana cara mengubah paradigma semacam ini? Yuk, kita simak tips berikut!
Keluarga muslim kaya
Keluarga muslim kaya raya. (Sumber: bajubusanaterbaru.com)

1. Atur Mindset: Allah Dulu, Allah Lagi, Allah Terus

Setiap napas kehidupan kita selalu sertakanlah Allah. Ini karena Allah-lah pencipta kita, yang paling tahu tentang kita. Allah pernah berkata, “Jika hamba-Ku mendekati-Ku satu jengkal, Aku akan mendekatinya satu hasta. Jika dia mendekati-Ku satu hasta, Aku akan mendekatinya satu depa. Jika dia datang pada-Ku dengan berjalan, Aku akan mendatanginya dengan berlari (H.R. Bukhari – hadis qudsi).”
Sebagai keluarga muslim, prinsip seperti ini tentu harus kita bangun dari awal. Jika keluarga muslim kita ingin kaya raya, seperti yang dicontohkan sahabat nabi, Abdurrahman bin Auf, atur mindset kita, Allah dulu, Allah lagi, Allah terus. Insya Allah harta kita pun akan dicukupkan dan berkah.

2. Perbanyak Sedekah agar Rezeki Berlimpah

Banyak dari keluarga muslim yang enggan bersedekah secara cuma-cuma. Contoh kecilnya, saat ada pengemis di depan kita yang sedang meminta-minta, lalu kita melihat isi dompet, maka diambillah pecahan uang yang paling kecil. Pernahkah kita memilih menyumbangkan uang terbesar kita untuk pengemis? Sepertinya ini jarang terjadi, ya.
Jangan takut miskin wahai keluarga muslim karena Allah sendiri yang akan menjamin kita. “Barang siapa yang mau memberi pinjaman kepada Allah suatu pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan, Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan (QS. Al-Baqarah: 245).”
Belajarlah untuk sedekah secara cuma-cuma. Infakkanlah sebagian harta kita di jalan Allah, seperti membantu saudara yang kesulitan, menyantuni anak yatim, atau membantu menjadi donatur untuk acara-acara keislaman. Jika keluarga muslim semuanya menerapkan cara seperti ini, dijamin rezeki akan berkah dan berlimpah. Aamiin.

3. Berjual-beli dengan Jujur supaya Rezeki Deras Mengucur

Pedagang yang jujur pasti akan disukai oleh pelanggannya. Melihat fenomena saat ini yang sangat mengerikan, berbagai pemalsuan bahan-bahan makanan, hingga pemalsuan identitas kerap terjadi. Siapa pelakunya? Tentu mayoritas keluarga muslim. Alangkah memalukan, bukan? Seorang muslim kok tega-teganya ya menyakiti saudaranya sendiri.
Berjual-belilah dengan cara yang baik. Jika menjual makanan, berikanlah baham baku terbaik supaya pembeli pun mendapatkan manfaat dari makanan tersebut. Jika menjual barang, berikan barang terbaik yang tidak cacat supaya konsumen tidak merasa ditipu atas transaksi jual beli tersebut.
Contohlah Rasulullah yang berdagang secara jujur. Cermin dari keluarga muslim yang patut kita tiru dan kita aplikasikan dalam kegiatan berbisnis kita. Dari kejujuran, kita akan membuat rezeki kita deras mengucur. Ciptakanlah keluarga muslim yang jika berdagang terkenal jujur, terkenal ramah, terkenal baik kondisi barang dagangannya. Jangan menjadi keluarga muslim yang sering menipu, curang, apalagi sampai korupsi. Karena perbuatan tersebut tidak disukai Allah dan akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Ingat wahai keluarga muslim, siksa Allah amat pedih. Jadi, jika kita ingin jadi keluarga muslim yang kaya raya, mati masuk surga, ikutilah aturan Allah secara kaffah, sesuai Alquran dan sunnah-Nya.