Showing posts with label haji. Show all posts
Showing posts with label haji. Show all posts

Monday, October 12, 2015

Heboh Video Penampakan Jin Ikut Lempar Jumroh di Mina



Jin adalah salah satu makhluq Allah SWT yang diciptakan dari api, sama seperti halnya manusia, Jin ada yang kafir juga ada yang beriman pada Allah SWT dan NabiNya. Baru-baru ini ramai diperbincangkan di laman Youtube tentang penampakan jin yang ikut melempar jumroh bersama dengan para jamaah haji lainnya.
Jin yang sempat terekam kamera tersebut berpakaian layaknya orang arab di jaman dahulu, memakai jubah berwarna biru, menggunakan kerudung khas arab, syamagh (kerudung) putih yang sangat panjang dan di punggungnya menenteng tas yang sangat besar.
Dalam video tersebut, Jin yang katanya juga naik haji itu lari dengan kencang setelah melempar jumrah aqabah di jamarat (tempat pelemparan jumrah). Dia tidak terlihat menabrak satupun manusia di depannya walaupun berjalan dengan cepat.
Rekaman video amatir jin yang ikut berhaji ini diambil secara tidak sengaja dengan menggunakan kamera hp salah satu jamaah haji yang sedang melempar jumrah. Dan dibawah ini adalah videonya.

Hanya Dengan Sedekah Pria ini Diberangkatkan Haji Malaikat

Sedekah: Apapun bentuknya dan berapapun nilainya, tak jarang bisa mendatangkan pertolongan Allah dari jalan mana saja. Asalkan dengan niat yang tulus dan ikhlas, bukan mustahil ahli sedekah akan dimudahkan meraih apa yang dicita-citakannya. Seperti yang diceritakan dalam kisah berikut ini.

Di sebuah pedesaan di tanah Arab, ada seorang pria bernama Abdullah bin Mubarok yang telah berniat untuk melaksanakan haji tahun depan. Karena itu, dari jauh-jauh hari ia telah menabung untuk bekal berangkat haji.

Saat menjelang musim haji tiba, Abdullah pergi ke pasar dengan membawa uang 500 dinar untuk membeli unta. Sayangnya, uang sebanyak itu ternyata tidak cukup untuk membeli seekor unta. Maka, dia pulang lagi ke rumahnya.

Namun, di tengah perjalanan pulang, Abdullah bin Mubarok melihat ada seorang wanita tengah membersihkan bulu ayam di tempat sampah.

Abdullah bin Mubarok merasa penasaran dan mendekati wanita itu. Saat mengetahui ada orang yang mendekatinya, wanita itu langsung membelakangi Abdullah bin Mubarok. Ia pun semakin tertarik dan ingin tahu.

Alangkah terperanjatnya Abdullah bin Mubarok setelah tahu bahwa wanita itu membersihkan bangkai ayam!

Hal itu diketahui Abdullah karena tidak ada bekas potongan di leher ayam dan mulai tercium bau busuk. Melihat kejadian itu, hati Abdullah bin Mubarok miris dan bertanya pada wanita tersebut.

“Wahai ibu, untuk apa ibu membersihkan bangkai ayam ini?”
“Untuk di makan.” Jawab wanita itu tanpa menoleh.
“Bukankah ibu tahu, Allah mengharamkan kita memakan bangkai ayam.”
“Bangkai ayam ini memang haram bagi tuan, tetapi tidak untukku dan anak-anakku,” jawab si wanita sambil terus membersihkan bangkai ayam itu.
“Memang apa sebabnya?” Abdullah bin Mubarok semakin penasaran.
“Jangan campuri urusanku, pergilah menjauh dariku,”jawab wanita itu dengan nada tidak senang.
“Demi Allah, aku tidak akan pergi dari tempat ini sebelum aku tahu masalahmu!. Katakanlah wahai ibu.”

Mendengar kesungguhan Abdullah bin Mubarok, wanita ini pun angkat bicara.
“Baiklah, karena kau telah meminta dengan nama Allah, aku beritahu masalahku. Ketahuilah tuan, aku dan anak-anakku sudah tiga hari tidak makan kecuali minum sedikit. Suamiku gugur di jalan Allah, dan dia tidak meninggalkan warisan yang bisa di jual untuk menyambung hidup anak-anaknya yang yatim sekarang. Sedangkan, untuk meminta-minta aku malu. Aku mencari makanan kesana kemari, tapi tidak aku dapatkan kecuali bangkai ayam ini,” jawab wanita itu panjang lebar.

Hati Abdullah bergetar hebat. Air matanya mengalir deras membasahi pipinya. Pandangannya menjadi kabur dan seluruh persendianya menjadi terasa lemas. Dia benar-benar merasa sangat berdosa jika membiarkan wanita itu dan anak-anaknya memakan bangkai ayam. Lalu, sambil menunduk, dia berkata dalam hati. “Wahai Ibnu Mubarok, haji apakah yang lebih mabrur dari pada menolong ibu ini dan anak-anaknya?”

Dan tanpa berpikir lagi. Abdullah bin Mubarok menyerahkan semua uang yang akan di gunakannya untuk membeli unta pengangkut bekal hajinya nanti.

“Wahai ibu, mulai detik ini, bangkai ayam itu haram bagimu dan anak-anakmu! Ambilah ini, dan segeralah beri makan anak-anakmu.”

Wanita itu gembira sekali. Sambil menerima pemberian Abdullah bin Mubarok. Wanita itu pun berkata, “Semoga Allah merahmatimu.”

Lalu wanita itu pergi meninggalkan Mubarok, yang dengan ikhlas pulang ke rumah. Pupus sudah keinginannya untuk pergi haji.

Dan saat musim haji usai, Abdullah bin Mubarok menyambut rombongan haji di batas kota bersama keluarga dan kerabat haji. Para haji yang baru pulang itu bercerita telah bertemu Abdullah bin Mubarok di tempat ini dan itu.

Abdullah bin Mubarok tentu saja heran dengan cerita tersebut karena dia tidak jadi pergi haji. Namun semua orang yang berangkat haji mengaku bertemu dengannya.

Malam harinya, Abdullah bin Mubarok mendapat jawaban dari rasa penasarannya tersebut. Ia mimpi bertemu dengan Rasulullah SAW.

Dalam mimpinya, Rasulullah berkata “Wahai ibnu Mubarok, engkau telah merelakan bekal hajimu untuk menolong sanak keturunanku sehingga mereka terbebas dari kesulitan hidup. Maka, Allah mengutus malaikatNya yang diserupakan dengan dirimu pergi haji untukmu setiap tahun. Dan engkau akan menerima pahalanya sampai hari kiamat.”

Thursday, October 1, 2015

"Berapa banyak mereka yang ibadah hajinya diterima?" "Tidak satupun"


Seorang ulama, Abu Abdurrahman Abdullah bin al-Mubarak al-Hanzhali al Marwazi, ulama terkenal di Makkah, menceritakan riwayat ini.

Suatu ketika, setelah selesai menjalani salah satu ritual haji, ia beristirahat dan tertidur. Dalam tidurnya ia bermimpi melihat dua malaikat yang turun dari langit. Ia mendengar percakapan mereka,
"Berapa banyak yang datang tahun ini?" tanya malaikat kepada malaikat lainnya.

"Tujuh ratus ribu," jawab malaikat lainnya.
"Berapa banyak mereka yang ibadah hajinya diterima?"
"Tidak satupun"

Percakapan ini membuat Abdullah gemetar.
"Apa?" ia menangis dalam mimpinya."Semua orang-orang ini telah datang dari belahan bumi yang jauh, dengan kesulitan yang besar dan keletihan di sepanjang perjalanan, berkelana menyusuri padang pasir yang luas, dan semua usaha mereka menjadi sia-sia?"

Sambil gemetar, ia melanjutkan mendengar cerita kedua malaikat itu.
"Namun ada seseorang, yang meskipun tidak datang menunaikan ibadah haji, tetapi ibadah hajinya diterima dan seluruh dosanya telah diampuni. Berkat dia seluruh haji mereka diterima oleh Allah."

"Kok bisa"
"Itu Kehendak Allah"
"Siapa orang tersebut?"
"Said bin Muhafah, tukang sol sepatu di kota Damsyiq (damaskus sekarang)"

Mendengar ucapan itu, ulama itu langsung terbangun. Sepulang haji, ia tidak langsung pulang kerumah, tapi langsung menuju kota Damaskus, Siria.

Sampai disana ia langsung mencari tukang sol sepatu yang disebut Malaikat dalam mimpinya.Hampir semua tukang sol sepatu ditanya, apa memang ada tukang sol sepatu yang namanya Said bin Muhafah.

"Ada, ditepi kota" Jawab salah seorang sol sepatu sambil menunjukkan arahnya. Sesampai disana ulama itu menemukan tukang sepatu yang berpakaian lusuh.

"Benarkah Anda bernama Said bin Muhafah?"tanya Ulama itu.
"Betul, siapa tuan?"
"Aku Abdullah bin Mubarak"
Said pun terharu, "Bapak adalah ulama terkenal, ada apa mendatangi saya?"

Sejenak Ulama itu kebingungan, dari mana ia memulai pertanyaanya, akhirnya iapun menceritakan perihal mimpinya.



"Saya ingin tahu, adakah sesuatu yang telah Anda perbuat, sehingga Anda berhak mendapatkan pahala haji mabrur?"
"Wah, saya sendiri tidak tahu!"
"Coba ceritakan bagaimana kehidupan Anda selama ini."

Maka Said bin Muhafah bercerita."Setiap tahun, setiap musim haji, aku selalu mendengar :

Labbaika Allahumma labbaika.
Labbaika la syarika laka labbaika.
Innal hamda wannimata laka wal mulka.
laa syarika laka.
Ya Allah, aku datang karena panggilanMu.
Tiada sekutu bagiMu.
Segala nimat dan puji adalah kepunyanMu dan kekuasaanMu.
Tiada sekutu bagiMu.

Setiap kali aku mendengar itu, aku selalu menangis Ya allah aku rindu Mekah, Ya Allah aku rindu melihat kabah
Izinkan aku datang..
izinkan aku datang ya Allah..

Karena itu, sejak puluhan tahun yang lalu setiap hari saya menyisihkan uang dari hasil kerja saya, sebagai tukang sol sepatu. Sedikit demi sedikit saya kumpulkan. Akhirnya pada tahun ini, saya punya 350 dirham, cukup untuk saya berhaji.

"Saya sudah siap berhaji"
"Tapi anda batal berangkat haji"
"Benar"
"Apa yang terjadi?"
"Istri saya hamil, dan sering ngidam. Waktu saya hendak berangkat saat itu dia ngidam berat"
"Suami ku, engkau mencium bau masakan yang nikmat ini?
"Ya sayang"
"Cobalah kau cari, siapa yang masak sehingga baunya nikmat begini. Mintalah sedikit untukku"

Sayapun mencari sumber bau masakan itu. Ternyata berasal dari gubug yang hampir runtuh.Disitu ada seorang janda dan enam anaknya.
Saya bilang padanya bahwa istri saya ingin masakan yang ia masak, meskipun sedikit.

Janda itu diam saja memandang saya, sehingga saya mengulangi perkataan saya.
Akhirnya dengan perlahan ia mengatakan "Tidak boleh tuan."
"Dijual berapapun akan saya beli"
"Makanan itu tidak dijual, tuan" katanya sambil
berlinang air mata.

Akhirnya saya tanya kenapa? Sambil menangis, janda itu berkata "Daging ini halal untuk kami, namun haram untuk tuan" katanya.Dalam hati sayaberkata, bagaimana ada makanan yang halal untuk dia, tetapi haram untuk saya, padahal kita sama-sama muslim?

Karena itu saya mendesaknya lagi "Kenapa?"
"Sudah beberapa hari ini kami tidak makan.
Di rumah tidak ada makanan. Hari ini kami melihat keledai mati, lalu kami ambil sebagian dagingnya untuk dimasak.
"Bagi kami daging ini adalah halal, karena andai kami tak memakannya kami akan mati kelaparan. Namun bagi Tuan, daging ini haram".

Mendengar ucapan tersebut spontan saya menangis, lalu saya pulang.
Saya ceritakan kejadian itu pada istriku, diapun menangis, kami akhirnya memasak makanan dan mendatangi rumah janda itu.

"Ini masakan untukmu"
Uang peruntukan Haji sebesar 350 dirham pun saya berikan pada mereka."
Pakailah uang ini untuk mu sekeluarga. Gunakan untuk usaha, agar engkau tidak kelaparan lagi"

Mendengar cerita tersebut Abdullah bin Mubarak tak bisa menahan air mata.
"Kalau begitu Engkau memang patut mendapatkannya."[ ]

Sumber : Isnet, mozaik.inilah.com

Tuesday, September 1, 2015

3 Kisah Jamaah Haji Paling Menyentuh Tahun 2015, Subhanallah!!!


Man jadda wajada. Siapa yang bersungguh-sungguh, dia akan berhasil. Kiranya ungkapan ini banyak menemukan bukti pada pelaksanaan ibadah haji. Meskipun hidupnya sederhana, mereka yang telah berniat dan berusaha bersungguh-sungguh untuk menunaikan ibadah haji, akhirnya bisa menunaikan rukun Islam yang kelima ini.

1. Pasutri penjual gorengan, menabung 20 tahun

 

Orang-orang kaya yang belum mendaftar naik haji seharusnya malu dengan pasangan suami istri ini. Seneman (70) dan Juni (60) akhirnya bisa berangkat ke tanah suci setelah menabung selama 20 tahun.
Warga Kelurahan Mangli Krajan, Kecamatan Kaliwates, Jember, Jawa Timur ini menyisihkan Rp 1000 atau Rp 2.000 dari pendapatannya setiap hari khusus demi naik haji. Setelah terkumpul cukup banyak kemudian mereka membawanya ke bank untuk dimasukkan tabungan haji. Demikian mereka lakukan terus menerus tabungan seperti itu selama 20 tahun.
Selain itu, Seneman dan Juni juga menyisihkan sebagian pendapatan berjualan gorengan tersebut untuk ikut arisan. Dari uang arisan itu mereka kemudian bisa melunasi biaya naik haji untuk berdua yang besar ongkos naik haji (ONH)-nya mencapai total Rp 80 juta.
Juni mengungkapkan, dirinya sangat bersyukur kepada Allah karena impian naik haji bersama suaminya kini terwujud. Sebenarnya, mereka akan masuk dalam daftar jamaah haji tahun lalu. Namun karena ada pengurangan kuota, haji mereka ditunda tahun ini. “Alhamdulillah…” kata Juni.

 

2. Pencari rumput, menabung 10 tahun


Kisah Achmad Sukarto, warga Sidoarjo, tak kalah mengharukan. Kesungguhannya untuk menunaikan ibadah haji patut ditiru oleh seluruh muslim.
Pria berusia 62 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai pencari rumput ini akhirnya bisa berangkat haji tahun ini setelah menabung selama 10 tahun. Awalnya, Sukarto menganggap naik haji adalah hal yang tak mungkin baginya. Sebab kondisi perekonomiannya yang jauh dari kaya. Sukarto hanya mencari rumput. Sedangkan sapinya milik orang lain. Bukan miliknya sendiri.
Niat naik haji muncul ketika pada tahun 2003 ada orang yang menitipkan seekor sapi kepadanya. Sukarto yang memelihara dan mencarikan rumput untuk sapi tersebut. Dua tahun kemudian, Sukarto mendapatkan bagi hasil sebesar Rp 5 juta.
Rp 5 juta adalah uang yang sangat banyak bagi Sukarto. Ia bingung uang itu mau diapakan. Ia pun bertanya pada anaknya yang kemudian menyarankan untuk ditabung guna menunaikan ibadah haji.
Setelah membuka tabungan haji, Sukarto lebih serius bekerja agar bisa melunasinya dan bisa berangkat ke tanah suci. Ia lebih giat mencari rumput. Ia mencari rumput lebih banyak dari biasanya. Selain untuk sapi titipan orang, ia juga mencari rumput untuk ia jual. Sehari ia bisa mendapatkan Rp 15.000 hingga Rp 75.000.
“Kalau untuk makan sehari-hari istri saya jualan rujak ulek,” kata Sukarto seperti dikutip Detik.
Dengan izin Allah, usaha keras Sukarto berhasil. Akhirnya ia bisa berangkat haji tahun ini setelah menabung selama 10 tahun.

3. Jamaah haji termuda, menabung sejak SD

 Ilham menjadi salah satu jamaah haji termuda tahun ini. Remaja berusia 18 tahun ini masih duduk di kelas 12 SMAN 6 Surabaya.
Dengan kesadaran sendiri, Ilham mulai menabung sejak kelas 6 SD. Lulus dari SDIT Al Uswah, Ilham meneruskan ke SMPIT Al Uswah. Sejak saat itu, ia mencari uang sendiri untuk bisa naik haji. Mulai dari jualan pulsa, aksesoris, hingga mendirikan distro kecil-kecilan.
Usahanya semakin meningkat ketika ia duduk di bangku SMA. Dan akhirnya kini Ilham bisa berangkat naik haji. Kisah Ilham pun menghiasi halaman Metropolis Jawa Pos.